Seperti yang gue katakan di post sebelumnya, bahwasanya
setelah gue melaksanakan UN dengan 20 paketnya dan beberapa kegagalannya di
sebelas Provinsi dan beberapa daerah, gue akan ngasih tau sama kalian dan gue
dimasa depan kaya bagaimana gue melewati 4 Hari yang menentukan belajar gue
selama 3 tahun di SMA itu. udah UN itu ga etis bangeet, pelaksanaannya gagal
lagi, mampus Lo kemendikbud, pokoknya UN angkatan gue kali ini adalah UN
paling Bobrok dari UN angkatan-angkatan sebelumnya, kenapa gue bilang
Bobrok?? .....
Kalian atau gue dimasa depan tau kan kalau Ujian NASIONAL itu harus NASIONAL pelaksanaannya, nah ini sebelas provinsi di Indonesia pelaksanaanya dimulai hari Kamis, padahalkan gue disini hari Senin mulainya, jadi ini udah bukan UN lagi namanya, tapi UPD (Ujian PerDaerah) *ga enak buanget UN diganti jadi UPD* haha... nah itu baru kegagalan yang pertama sebenarnya masih banyak lagi kegagalan-kegagalan lainnya kaya lembar soal dan lembar jawaban yang diphotocopy *itu kayanya cuman UN kali ini yang Lembar jawabannya yang di photocopy* sampe kualitas kertas Lembar jawaban yang lebih bagus kertas Lembar jawaban PraUN daripada yang UN 4 hari yang lalu *haha.. kalau misalkan mau korupsi kenapa mengatas namakan UN coba.. biadab bangeet koruptor itu yahhh???* dari awal UN dijadikan sebagai standar kelulusan pada tahun 2001/2002 dengan nama UNASnya itu sebenarnya UN udah gagal *sebenarnya pada tahun 2002 gue belum ngerti UN sihh, gue baru kelas 2 SD hehe*,, bagaimana tidak gagal??? Kelulusan kita hanya ditentukan dalam 4 hari atau 3 hari, adil ga menurut hati nurani kalian, ini gue nanya sama hati nurani kalian yahh?? Bukan sama diri kalian.. jadi kalian harus ahli bahasa Inggris, kalian harus ahli Matematika, kalian harus ahli bahasa Indonesia, ya... kalau untuk anak SD sihh, gue memaklumi UN itu dngan dalih kita harus bisa bahasa Inggris, harus bisa Matematika, harus bisa bahasa Indonesia... nahh ini anak SMA, coba lo liat soal UN anak SMA, itu menurut saya bukan soal dasar lagi, melainkan sudah ditambahkan dengan variasi-variasi soal yang soal itu untuk seorang ahli... ohhh jadi kita anak Indonesia itu harus punya banyak keahlian yahhh, kita harrus jadi manusia sempurna yahhh,, helooo.... kemampuan jelema itu berbeda................*sorry sob gue ngomong panjang lebar kaya gini, soalnya di facebook ada yang ngajak gue debat tentang UN.. jadi ya,,..kaya gini,, ini sifat gue...* sebenarnya kalu misalkan gue jadii menteri pendidikan didalam kepala gue ini sudah terisi penuh dengan ide-ide untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia *haha ngimpinya terlalu tinggi sob...* kenapa??? Bukankah cita-cita menjadi seorang Ilmuwan, Pilot, Presiden, Insinyur juga adalah cita-cita yang terlalu tinggi, nahh gue cuman ngimpi jadi menteri lohh, meskipun sebenarnya cita-cita gue pengen jadi Insinyur, kemudian bisa jadi Ilmuwan, setelah sukses jadi Ilmuwan, pasti mudah untuk saya jadi Menteri, lalu setelah punya pengalaman jadi menteri jadilah saya menjadi Presiden (kalau Pilot, gue ga ada obsesi yahhh... :D ) haha marilah bercita-cita *ehhh,, tunggu koq jadi ngomongin cita-cita yahhh* tadi udah sampe mana..
Kalian atau gue dimasa depan tau kan kalau Ujian NASIONAL itu harus NASIONAL pelaksanaannya, nah ini sebelas provinsi di Indonesia pelaksanaanya dimulai hari Kamis, padahalkan gue disini hari Senin mulainya, jadi ini udah bukan UN lagi namanya, tapi UPD (Ujian PerDaerah) *ga enak buanget UN diganti jadi UPD* haha... nah itu baru kegagalan yang pertama sebenarnya masih banyak lagi kegagalan-kegagalan lainnya kaya lembar soal dan lembar jawaban yang diphotocopy *itu kayanya cuman UN kali ini yang Lembar jawabannya yang di photocopy* sampe kualitas kertas Lembar jawaban yang lebih bagus kertas Lembar jawaban PraUN daripada yang UN 4 hari yang lalu *haha.. kalau misalkan mau korupsi kenapa mengatas namakan UN coba.. biadab bangeet koruptor itu yahhh???* dari awal UN dijadikan sebagai standar kelulusan pada tahun 2001/2002 dengan nama UNASnya itu sebenarnya UN udah gagal *sebenarnya pada tahun 2002 gue belum ngerti UN sihh, gue baru kelas 2 SD hehe*,, bagaimana tidak gagal??? Kelulusan kita hanya ditentukan dalam 4 hari atau 3 hari, adil ga menurut hati nurani kalian, ini gue nanya sama hati nurani kalian yahh?? Bukan sama diri kalian.. jadi kalian harus ahli bahasa Inggris, kalian harus ahli Matematika, kalian harus ahli bahasa Indonesia, ya... kalau untuk anak SD sihh, gue memaklumi UN itu dngan dalih kita harus bisa bahasa Inggris, harus bisa Matematika, harus bisa bahasa Indonesia... nahh ini anak SMA, coba lo liat soal UN anak SMA, itu menurut saya bukan soal dasar lagi, melainkan sudah ditambahkan dengan variasi-variasi soal yang soal itu untuk seorang ahli... ohhh jadi kita anak Indonesia itu harus punya banyak keahlian yahhh, kita harrus jadi manusia sempurna yahhh,, helooo.... kemampuan jelema itu berbeda................*sorry sob gue ngomong panjang lebar kaya gini, soalnya di facebook ada yang ngajak gue debat tentang UN.. jadi ya,,..kaya gini,, ini sifat gue...* sebenarnya kalu misalkan gue jadii menteri pendidikan didalam kepala gue ini sudah terisi penuh dengan ide-ide untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia *haha ngimpinya terlalu tinggi sob...* kenapa??? Bukankah cita-cita menjadi seorang Ilmuwan, Pilot, Presiden, Insinyur juga adalah cita-cita yang terlalu tinggi, nahh gue cuman ngimpi jadi menteri lohh, meskipun sebenarnya cita-cita gue pengen jadi Insinyur, kemudian bisa jadi Ilmuwan, setelah sukses jadi Ilmuwan, pasti mudah untuk saya jadi Menteri, lalu setelah punya pengalaman jadi menteri jadilah saya menjadi Presiden (kalau Pilot, gue ga ada obsesi yahhh... :D ) haha marilah bercita-cita *ehhh,, tunggu koq jadi ngomongin cita-cita yahhh* tadi udah sampe mana..
Udah yahhh.. diatas cerita gue tentang UN, dan ini cerita
gue didalam 4 hari yang menentukan . jadi pada hari senin itu gue menjalani
UN dan benar saja hari pertama gue menjalani 4 hari yang menentukan itu,
jantung gue berdegup dengan kencang,, persis kaya waktu gue lagi ada masalah
sama pacar gue, dan gue diambang pemutusan hubungan...huhhh...! iyahh... tangan
gue gemetar saat mengisi bulatan. Gue takut salah mengisi bulatan, dan nanti
kertas Lembar jawaban gue ga kebaca scanner nya lagi...*hiihhh Naudzubillah
yahhh....* dan yang paling membuat gue tambah takut adalah kertas gue agak
kotor, dan gue tanyakan, gimana dengan kertas gue ini,, ternyata, ga apa-apa
katanya, itu cuman dikit,, dan dirumah setelah gue googling ada berita yang
mengatakan bahwasanya banyak siswa yang ngeluh karena kualitas kertas,, gue ketawa sinis waktu baca berita
itu...
Lembar
Jawaban yang disediakan pemerintah...haha gue senyum
... kemudian kan UN sekarang itu pake barcode
jadi satu
soal itu hanya boleh diisi dengan lembar jawaban yang nempel sama lembar
soalnya itu, jadi pas waktu kita mau ngisi tuh LJUN (Lembar Jawaban UN) kita
harus memisahkan Lembar Soal dan LJUNnya itu dan lo tau... kalau lo gagal dalam memisahkan dalam kurung menyobek itu lo harus minta
lagi lembar soal yang baru dengan LJUN yang nempelnya itu,, jadi lo bayangin
dulu, misalkan 1 orang gagal menyobek, tenang masih ada lembar soal dan LJUN
cadangan.. 2 orang ahh nyantai masih ada cadangannya koq,, 10 orang.. kita
mulai panik bakal cukup ga yahhh nih cadangannya.. 40 orang mampus kemana
lagi nyari Lembar soal dan LJUN yang nyatunya itu, ke SMK, emang bolehhh???
Moto copy.. ohh iyah mungkin ini solusinya... dengan lembar soal dan LJUN yang
hitam putih... horeee....!!! tapi alhamdulillahnya di sekolah gue ga ada
kejadian satu orang pun yang gagal menyobek... huehue *cuman menggertak...*
Kemudian,, ga tau yahhh ini pertama kali atau tidak di UN,
soalnya di LJUN yang 2013 ini ada penyalinan kalimat *ngerti kan maksud gue...*
kalau ga ngerti gini,, di LJUN yang 2013 kali ini ada bagian dimana di
lembarnya kita harus menyalin kalimat, bunyi kalimatnya seperti ini
saya mengerjakan ujian dengan jujur
hebatkan??? Kenapa ga ditambahin gini aja
saya mengerjakan ujian dengan jujur, sumpah lohh gue ga boong, kalau ga percaya tanya aja sama pengawas
*koq malah jadi ngobrol yahhh... haha..* dan
jika lo penasaran gue jujur atau tidak?? Jawabannya gue mencoba membantu diri
gue sendiri untuk lulus dengan cara apapun... apa??? Curiga sama gue?? Mau
bilang sama pengawas??? Silahkan... gue takut koq... ayolahh jangan bilang sama
siapapun yahh kalau gue ga jujur... kita sama-sama menjaga ketidak jujuran kita
lahh,, :D
Tapi,, dibalik semua itu ada 2 hari yang membuat gue galau,
dan pengen ga ada didunia yang saat ini, yaitu hari Selasa dan Rabu, dimana
saat pelajaran Fisika dan Matematika,, untuk Fisika sih,, gue agak berkurang
40% tingkat kegalauannya.. karena meskipun gue mampus sama soal Fisika waktu
itu, tapi ternyata temen-temen IPA semua juga merasakan hal yang sama seperti
apa yang gue rasain,, coba kalau cuman gue, gue pasti pengen mati.. tapi untuk
hari Rabu dimana pelajaran Matematika hanya golongan orang-orang dengan tingkat
kecerdasan rata-rata kebawah yang merasakan hal yang gue rasain, dan itu
membuat terus memikirkan hal itu sampai gue nulis ini dan mungkin 2 minggu
kedepan gue masih memikirkan nasib LJUN Matematika gue... huhuhu :’( *tulisan
nangis kaya gitu bukan sihhh..???* tapi dari 2 hari itu gue dan teman gue yang
suka ngomong politik berkesimpulan, kita bakalan tetep dibantu sama sekolah,
karena kalau nggak.. bakalan kaya gimana angkatan gue, apakah mungkin angkatan
gue bakal ikut paket C semua,, pake logika yahhh,, *tapi gue juga ga yakin
sihh,, sekolah bakal bantu kita...* (galau lagi).
Gue tetep kritis yahh, sama kemendikbud, seharusnya UN itu
tidak dijadikan standar kelulusan,, sekolah yang lebih tau, para muridnya kaya
gimana kesehariannya, dan lagi anak-anak Indonesia itu bukan anak sempurna yang
bisa menguasai semua pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,
Fisika, Kimia, Biologi, untuk anak IPA, untuk anak IPSnya Matematika, Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, kami ga sesempurna
itu, kami punya keahlian dibidang masing-masing, guru aja dituntut hanya ahli
dalam 1 pelajaran, nahh ini murid gimana coba?? Kalau misalkan kalian ingin
anak Indonesia ahli dalam segala bidang, pantesan Indonesia ga maju-maju, tohh
mereka hanya menguasai bidang mereka setengah-setengah.. ga full karena mereka
harus konsentrasi lagi sama bidang yang harus mereka kuasai dengan paksa.. dan
jika kalian ingin memaksa kami untuk ahli dalam segala bidang kenapa
terus-terusan murid yang dievaluasi.. masih banyak yang perlu dievaluasi untuk
mewujudkan hal itu, bukan terus-terusan memaksa hal yang sudah tidak bisa
diusahakan.. pekalah wahai engkau hati nurani..........
Apapun yang telah gue dan teman-teman seangkatan jalanu
selama 4 hari itu... kami yakin kami bakal tetap LULUS
100%.........................
AAMIIN........................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
MERDEKA..................................





Tidak ada komentar:
Posting Komentar